Catatan untuk para penghafalAl-Qur'an

Saudaraku yang dirohmati Allah...Alhamdulillah dari waktu ke waktu saya perhatikan sudah lumayan banyak peminat penghafal qur'an, tidak hanya dari kalangan anak - anak tapi juga dari orang yang sudah berumur. Tempat tempat yang menyediakan tahfidz qur'an pun mulai banyak didirikan.

Ini merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri bagi saya pribadi.Namun ketika kesulitan dalam menghafal sudah mulai kita rasakan, ditambah banyak kesibukan, agenda dakwah atau pekerjaan yang menyita banyak waktu kita yang paling penting adalah  kita harus tetap istiqomah dan jangan hilang seiring berjalannya waktu. Jika terjadi yang demikian maka saya sarankan "INGATLAH niat awal ketika kita ingin menjadi Hafidz qur'an".

Semoga Allah memudahkan antum, aamiin...:) Dari Utsman radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Orang yang paling baik di antara kalian adalah seorang yang belajar Al Qur`an dan mengajarkannya.” (HR. Al-Bukhari no. 4639)

Banyak hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang memotivasi kita untuk menghafal Al Qur’an atau membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah Subhanahu wa ta'ala. 

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas “Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur’an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh (HR. Tirmidzi)

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihiwasallam bersabda: “Penghafal Al Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Quran akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu diapakaikan jubah karamah. Kemudian Al Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku ridhailah dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan” (HR. Tirmidzi, hadits hasan {2916}, Inu Khuzaimah, Al Hakim, ia menilainya hadits shahih)

Hafizh Qur’an adalah keluarga Allah yang berada di atas bumi. “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)

Dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْقُرْآنَ فَهُوَ يَقُومُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَهُوَ يُنْفِقُهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ

“Tidak boleh ada hasad (kecemburuan) kecuali pada dua hal. (Pertama) kepada seorang yang telah diberi Allah (hafalan) Al Qur`an, sehingga ia membacanya siang dan malam. (Kedua) kepada seorang yang dikaruniakan Allah harta kekayaan, lalu dibelanjakannya harta itu siang dan malam (di jalan Allah).” (HR. Al-Bukhari no. 4638 dan Muslim no. 1350)

وأنزلنا إليك الكتاب بالحق مصدقا لما بين يديه من الكتاب ومهيمنا عليه

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu.” (QS. Al-Maidah: 48)

Semoga tulisan ini bermanfaat dan semoga bisa menjadi penyemangat khususnya saya pribadi dan para santri tahfidz qur'an lainnya dan semoga kita dimudahkan dalam urusan ini. aamiin

# RohimahuLlah (penulis)..... dengan sedikit pengembangan Abdullah Hamza..

Masa membaca penting?

Apakah membaca itu penting???
Hmhm banyak yang masih mikir nih kayaknya.... :}

Saudaraku, ingat wahyu pertama (surah) yang pertama kali diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad melalui malaikat jibril a.s ?

Surah Al - Alaq. Dan Ayat yang pertama berbunyi adalah اقْرَأْ " Bacalah ". [ 1 ]

Kenapa ayat pertama yang berbunyi " Bacalah "?
Sesungguhnya bisa saja ayat pertama yang turun selain itu, misal tentang mentauhidkan Allah, namun faktanya tidak, ayat pertama yang turun adalah menyuruh untuk " Bacalah ".
Sungguh Allah Maha mengetahui, walaupun Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah seorang yang ummi (tidak bisa membaca) namun tetap malaikat jibril mengatakan " Bacalah " sampai tiga kali." Bacalah" adalah sebuah perintah yang jelas, ringkas, to the point yang akan menjadi pedoman hidup manusia.[ 2 ]

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Saudaraku....
Tidakkah kita memahami, bahwa membaca bukanlah sebatas sebuah hobby (kegemaran) yang dengannya orang boleh memilih suka dan tidak suka, saya katakan tidak seperti itu.
Melainkan membaca itu adalah sebuah keharusan, perintah yang di ajarkan Allah kepada kita ummat Islam, ummat nabi muhammad agar dengannya kita dapat memahami konsep hidup dan menjalaninya sesuai dengan tuntunan syariat.

Harusnya ini menjadi renungan kita , kenapa hari ini kita masih malas membaca? Sedangkan Rasulullah saja di suruh untuk membaca walaupun beliau adalah seorang yang ummi.

Mari simak ungkapan salafush sholeh :
Sebaik baik kekasih dan teman adalah buku
Engkau bisa berduaan dengannya saat semua kawan mengkhianati, 
Ia takkan membongkar rahasiamu, tak pula menjelek jelekkanmu
Yang kau dapatkan darinya hanyalah kebijaksanaan dan kebenaran....

Al Jahiz rohimahuLlah berkata " Barangsiapa yang membeli buku tidak merasa lebih nikmat daripada saat membelanjakan hartanya untuk membeli hal hal yang diinginkan... sesungguhnya ia belum mencintai ilmu".[ 3 ]
SubhanaLLahu...

Kesimpulannya membaca akan membuat kita jauh lebih hidup, selanjutnya buku yang seperti apa yang kita baca?Tentu buku - buku yang tidak hanya mencerdaskan tapi juga buku buku yang dapat menambah tsaqafah kita didalam Islam namun juga kemapanan kepribadian kita... 
Dan salah satunya untuk mempermudah antum mendapatkannya silahkan berkunjung ke http://buku-islami.net/      
 :)

*Abdullah Hamza

Maraji"
[ 1 ] Tafsir Imam Ibnu Katsir Surat Al-’Alaq (96), Ayat 1-5.
[ 2 ] "Spiritual Reading" Dr Raghib As-Sirjani, penulis buku super best seller "Misteri sholat Subuh"
[ 3 ] Kitaabul - Hayawan : 1 / 55


Jangan saling sikut sesama aktifis Islam

Perbedaan harokah tidak seharusnya membuat kita saling serang, atau saling menghina dan melecehkan sesama muslim. Harusnya saling bersinergi untuk perjuangan Khilafah Islam.
Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata : ”Seandainya setiap kali dua orang muslim yang berbeda pendapat dalam suatu masalah itu saling menjauhi dan memusuhi, niscaya tidak akan tersisa sedikitpun ikatan ukhuwah diantara kaum muslimin” [ Majmu’ Al-Fatawa : 24/173 ]


Islam memandang menghujat dan berkata tidak senonoh sebagai perbuatan tercela dan tidak terpuji. Apalagi jika perkataan yang dibumbui dengan kebencian dan nafsu, maka tuduhan akan terlontar dalam ucapan-ucapan yang tidak senonoh dan dusta kepada saudara sesama muslim dan selalu mencari cari kelemahan dan kekurangan saudaranya.


Di dalam Sunan Tirmidzi terdapat riwayat yang menceritakan hadits dari jalan Ibnu ‘Umar, beliau berkata :
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam naik mimbar dan menyeru dengan suara yang lantang:  “Wahai segenap manusia yang masih beriman dengan lisannya namun iman itu belum meresap ke dalam hatinya janganlah kalian menyakiti kaum muslimin.
Dan janganlah melecehkan mereka. Dan janganlah mencari-cari kesalahan-kesalahan mereka. Karena sesungguhnya barang siapa yang sengaja mencari-cari kejelekan saudaranya sesama muslim maka Allah akan mengorek-ngorek kesalahan-kesalahannya. Dan barang siapa yang dikorek-korek kesalahannya oleh Allah maka pasti dihinakan, meskipun dia berada di dalam bilik rumahnya.” (Hadits ini tercantum dalam Shahihul Musnad, 1/508)

al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “Hendaknya kamu disibukkan dengan memperbaiki dirimu, janganlah kamu sibuk membicarakan orang lain. Barangsiapa yang senantiasa disibukkan dengan membicarakan orang lain maka sungguh dia telah terpedaya.” (lihat ar-Risalah al-Mughniyah fi as-Sukut wa Luzum al-Buyut, hal. 38)

Sebagian orang bijak mengatakan dalam syairnya:
Kita mencela masa, padahal aib itu ada dalam diri kita
Tidaklah ada aib di masa kita kecuali kita
Kita mencerca masa, padahal dia tak berdosa
Seandainya masa bicara, niscaya dia lah yang ‘kan mencerca kita...(lihat ar-Risalah al-Mughniyah fi as-Sukut wa Luzum al-Buyut, hal. 41)


“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al maidah [5]:8)
Terimalah kebenaran darimanapun datangnya.
Jangan sampai kita menjadi orang yang taqlid buta (fanatik buta) terhadap suatu harokah, tidak ada kesempurnaan kecuali itu hanya milik Allah dan syariat-Nya yang Mulia.

Dengan timbangan yang adil, maka penilaian kita bisa jadi proporsional.
Wallahu a'lam


[ Abdullah hamza / rahmi Hidayat ]

Cinta yang mendalam para sahabat kepada Rasulullah


Diriwayatkan dari Aisyah ra. istri Rasulullah saw. ia berkata, "Ketika
Rasulullah saw. wafat Abu Bakar sedang berada di suatu tempat yang bernama Sunuh- Ismail berkata, "Yaitu sebuah kampung, maka Umar berdiri dan berpidato, "Demi Allah sesungguhnya Rasulullah saw. tidak meninggal. ‘Aisyah ra. melanjutkan, Kemudian Umar berkata, "Demi Allah tidak terdapat dalam hatiku melainkan perasaan bahwa beliau belum mati, Allah pasti akani membangkitkannya dan akan dipotong kaki dan tangán mereka (yang menga-takan beliau telah mati, pent.)

Tertawa dan Dakwah

Bismillahirrohmanirrohim .....
Saudaraku,,, Apakah anda sering menonton lawakan atau sering menonton hal hal yang sering membuat anda tertawa sampai terpingkal pingkal (terbahak bahak) ?
Jika demikian sungguh itu perbuatan sia sia, hiburlah diri seperlunya tapi jangan melupakan Allah, melupakan akhirat.

فَلْيَضْحَكُواْ قَلِيلاً وَلْيَبْكُواْ كَثِيراً
"Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak,..." [ QS At Taubah : 82 ]

Mengingatkanmu wahai Muslimah

Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokaatuh...

Sebelumnya mohon maaf jika tulisan ini sedikit menyinggung .....
Semoga dibaca dengan hati yang lapang dan silahkan dikoreksi ....

Saudaraku .....
Seorang Muslimah selayaknya dia menjaga dirinya dari hal - hal yang dapat membuat dirinya menjadi sorotan lelaki.

Perbedaan sanad dan Matan dalam Ilmu Hadits

Saudaraku yang dimuliakan Allah .... Sedikit kita membahas tentang apa itu sanad dan matan, yakni perbedaan sanad dan  matan dalam Ilmu hadits.

Sebenarnya didalam ilmu hadits, yang dapat menguatkan sebuah hadits itu dapat diterima adalah sanad karena sanad berarti sandaran yaitu jalan matan dari Nabi Muhammad SAW sampai kepada orang yang mengeluarkan (mukhrij) hadits itu atau mudawwin (orang yang menghimpun atau membukukan) hadits.

Pengertian Dasar Ilmu Hadits.

Saudaraku rohimahullah… Alhamdulillah Atas izin kita dapat berjumpa kembali walau hanya lewat tulisan. segala puji dan syukur hanya untuk-Nya. Kita memuji-Nya, memohon pertolongan  dan memohon ampun kepada-Nya. Karena sungguh tidak ada daya dan upaya diri kita kecuali atas izin Allah, “Laa Haula wala quwwata illa biLlah”.
Insya Allah Pada tulisan ini akan menjelaskan mengenai  Pengertian dasar ilmu hadits.


Untukmu Para Aktivis...




Anakku, ibu mendengar engkau sedang begitu sibuk nak.
Nampaknya engkau begitu mengkhawatirkan nasib
organisasimu, engkau mengatur segala strategi untuk mengkader
anggotamu. Engkau nampak amat peduli dengan semua itu, ibu
bangga padamu. 
Namun, sebagian hati ibu mulai bertanya
nak,kapan terakhir engkau menanyakan kabar ibumu ini nak?

Belajar Dari Sa'ad Bin Muadz

Sa’ad bin muadz adalah seorang laki-laki yang anggun berwajah tampan berseri-seri, dengan tubuh tinggi jangkung dan badan gemuk gempal. Ia adalah seorang pemimpin kaum anshar. Ia masuk Islam ketika berumur  31 tahun.

Ada hal yang luar biasa dan menakjubkan dari kisah Islamnya Sa’ad bin muadz.

Haramnya sifat Dengki (Hasad) dan mencari cari kesalahan orang


Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda : “Kamu sekalian, satu sama lain Janganlah saling mendengki, saling menipu, saling membenci, saling menjauhi dan janganlah membeli barang yang sedang ditawar orang lain. Dan jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, maka tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya, mendustainya dan menghinakannya. Taqwa itu ada di sini (seraya menunjuk dada beliau tiga kali). Seseorang telah dikatakan berbuat jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim haram darahnya bagi muslim yang lain, demikian juga harta dan kehormatannya”.
luvne.com luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com.com